who am i? (part6:masa SMA)
Aku mendaftarkan diri di SMA 2, SMA 9 dan SMA 1. Aku mengalami stress dikarenakan harus belajar kembali setelah UN. Sistem pendidikan yang salah dan tidak memihak kepada murid, membuat kami, para siswa merasa teraniaya. Di Indonesia, kami sebagai siswa harus mengikuti semua mata pelajaran dengan batas nilainya masing-masing. Sebenarnya system ini kurang adil, karena setiap siswa mempunyai kemampuannya masing-masing. Tetapi ini merupakan sebuah kewajiban yang harus dijalani.Setelah melalui ujian masuk, aku masuk SMA 2. Diantara kami, dL, yang tidak masuk SMA 2 adalah, Alifa dan Myke, masuk SMA 1, sedangkan Putri masuk SMA 9. Keidya masuk SMA1. Kami semua sangat sedih, karena harus berpisah. Tetapi, sampai sekarang kami semua masih tetap bersahabat dengan baik.Seperti biasa sebelum masuk sekolah, selalu diadakan MOS. Aku masuk kelompok sekaten. Disana kami berkenalan dengan teman-teman baru. Acara tersebut sangat melelahkan. Selama 3 hari kami harus pulang sore hari.
Setelah MOS, kami dibagi menjadi 7 kelas. Aku masuk kelas X.6, bersama Nadia. Setelah tes SBI dan Aksel, kami pun dibagi kembali. Satu kelas berisi 28 orang dengan system moving class. Di X.6 tidak banyak yang berubah. Tidak ada yang bertambah, hanya berkurang. Aku tetap sekelas dengan Nadia.
Sistem moving class,
Sistem moving class, merupakan system yang sebenarnya tidak begitu berguna, hanya bertambah lelah, dengan berpinda-pindah kelas. Seharusnya, bia diadakan moving class, setiap kelas, mempunyai alat penunjangnya masing-masing. Contohnya, kelas IPA, diisi dengan peralatan IPA. Karena kami termasuk bahan uji coba, kami hanya berpindah-pindah kelas saja, membuat kami lelah, bahkan, menambah kesempatan untuk membolos pelajaran. Seharusnya, dalam menyiapkan suatu system, jangan terburu-buru. Pikirkanlah dahulu sebelum dilaksanakan.
Lebaran tahun ini merupakan lebaran yang istimewa. Kami sekeluarga tidak mudik ke Jogja. Sepupu-sepupuku pun datang ke Lampung semua, karena disini adalah tempat Nenekku. Rumahku penuh dan ramai selama satu minggu.Momen ini tidak kami lewatkan begitu saja. Kami menggunakannya untuk berfoto keluarga. Lebaran tahun ini begitu berbeda dan menyenangkan.
Di masa SMA ini, aku ingin agar aku bisa masuk IPA, dan mendapatkan PMKA ke UI atau UGM. Untuk itu aku harus belajar keras, agar bisa mencapainya. Semoga, aku bisa mendapatkannya. Amin.
aku bersama keluarga besar ibuku
who am i? (part5:masa SMP)
Kami semua diberi kesempatan untuk mendaftar di 3 SMP pilihan. Saat itu aku mendaftar di SMP 2, SMP 1 dan SMP 25. Saat ujian masuk aku belajar giat agar aku bisa masuk ke SMPN 2. Akhirnya keinginanku terkabul. Aku masuk SMPN 2 dengan nilai 93,3 dan urutan 41.
Hari pertama masuk sekolah, aku sangat takut. Sebelum belajar seperti biasa, kami menjalani Masa Orientasi Siswa (MOS). Kami dibagi-bagi berdasarkan urutan masuknya. Karena aku berada di urutan atas, aku pun masuk kelompok merah. Saat itu, murid dari SD Kartika II-5 banyak yang masuk. Bahkan urutan atas pun didominasi oleh anak SD kami. Aku bertemu dengan teman-teman baru. Aku pun sekelas dengan Nesya, teman lesku di Primagama. Sampai sekarang pun kami bersahabat baik. Saat MOS, kami diharuskan untuk membuat nama dari kardus, dan harus dikuncit 3, sesuai dengan warna kelompoknya. Saat MOS benar-benar melelahkan. Kami semua harus mengikuti segalanya dengan baik.
Lalu selesai MOS, kelas pun terbagi-bagi lagi. Ada yang masuk kelas Akselerasi, Bilingual dan Reguler. Untuk kelas Aksel dan Biling, sebelumnya kami mengikuti tes dahulu. Lalu akupun masuk kelas regular, kelas VII A. Aku duduk sebangku dengan teman satu SD-ku, yaitu Betari. Aku pun berkenalan dengan anak-anak yang lainnya. Di kelas tersebut SD-ku masih mendominasi. Aku sangat senang dapat bertemu teman-teman baru.
Aku mengikuti ekskul PMR. Bagiku, Pamra Dua, merupakan sebuah ekskul yang menyenangkan. Aku mengikuti Diklat, untuk mendapatkan trap. Diklatnya sangatlah mengasyikkan. Walaupun lelah, tetapi kami sangat bersemangat mengikutinya. Diklat tersebut diadakan di Hanura. Setelah melalui berbagai rintangan, kami semua pun mendapatkan trap A.
Lalu, saat pergantian pengurus, disebabkan anggota PMR kelas VIII saat itu sedikit. Kami kelas VII pun dapat menjadi pengurus inti. Aku terpilih menjadi wakil bendahara. Kak Indah menjadi ketua. Yulius dan Ipunk menjadi Ketua I dan II. Lalu, Kak Rine menjadi sekretaris. Aini menjadi wakilnya. Dan Zuryati menjadi bendahara.Aku mengikuti lomba PMR pertama kali di MAN 1.
Aku mewakili tim PP sebagai orang ke-4. Atau sebagai pembuat tandu. Lombanya sangatlah melelahkan. Tetapi sayangnya, kami tidak mendapatkannya. Kami hanya menyumbangkan satu piala, yaitu Juara 1 PP Putra. Walaupun begitu, kami tetap senang karena itu adalah pengalaman pertama kami.
Saat naik kelas VIII, aku masuk ke kelas VIII D. Disana aku bertemu dan berkenalan dengan teman-teman lainnya. Aku bertemu dengan Nesya, Wenny, Myke, Nadia, Putri, Fairynda, Dinda, Alifa dan Sylvia. Kami menamakan diri kami dL, dodol laper. Nama kami unik, dan hanya berdasarkan nama friendster kami yang dibuat secara asal. Kami bukanlah sebuah gank, tetapi kami adalah keluarga. Kami bersahabat dengan baik. Kami bersahabat sampai sekarang.
Saat di kelas VIII, Pamra Dua mengadakan GSL (Gencar Semarak Lomba). GSL merupakan ajang perlombaan PMR, yang dilakukan dalam memperingati ulang tahun Pamra Dua. Ajang perlombaan ini mencakup tingkat Lampung. Kami semua sangat disibukkan oleh acara tersebut. Para pengurus inti didaulat sebagai pengurus inti GSL. Kami harus menyiapkan dan menyebarkan proposal, untuk mendapatkan dukungan dan galangan dana dari berbagai tempat. Saat itu sangat menyenangkan. Kami semua bekerja sama. Menyiapkan segalanya, bahkan kami latihan demonstrasi 4 bulan sebelum perlombaan. Demonstrasi merupakan semacam pertunjukkan pembukaan sebelum perlombaan. Kami semua sangat antusias mengikutinya.
Lalu, tibalah waktunya. Walaupun banyak sekali masalah yang menghadang, kami tetap menyelenggarakannya. Acaranya cukup meriah. Kerja keras kami selama beberapa bulan pun terbayar sudah. Acara berlangsung dengan lancar. Kami semua sangat bahagia, karena akhirnya dapat terselenggara juga acara tersebut. Ada sedikit kecelakaan saat demonstrasi. Saat demonstrasi, kami memperagakan juga PBK. Yaitu pemadaman api. Dhea terbakar sedikit di bagian alis, dikarenakan Zuryati, yang ragu-ragu dalam mengambil sikap, mengakibatkan Dhea terkena percikan api. Tetapi, untunglah tidak terlalu parah.
Lalu, saat pergantian pengurus kembali. Aku dipilih sebagai Ketua Umum. Dengan wakilnya yaitu Rhyan. Sekretarisnya yaitu Aini dan wakilnya Viona. Bendaharanya adalah Meilisa.
Saat kelas VIII, Adik Nenekku, Eyang Sri, meninggal dunia. Kami semua sangat sedih sekali. Sayangnya, aku tidak bisa ikut menghadiri pemakamannya yang berada di Yogya, karena aku harus sekolah. Kami semua sangat sedih. Mengingat beliau merupakan orang yang sangatlah baik. Tetapi kami semua dapat merelakannya pergi.
Saat kenaikan kelas, aku, Nadia dan Wenny pun masuk di kelas yang sama. Kami masuk ke kelas IX A. Sylvia dan Alifa masuk kelas IX B. Fairynda, Nesya, Putri, Dinda dan Myke masuk kelas IX D. Kami semua tetap bersahabat walaupun berbeda kelas. Wali kelas kami adalah Bu Zuljana. Aku betemu dengan Indita. Kami pun menjadi teman dekat, bersama Keidya dan Raissa.
Saat kelas IX, aku semakin mencintai SMP Negeri 2. Sekolahnya sangatlah menyenangkan. Tidak banyak siswa yang membangkang. Kami semua mengenal satu sama lain.
Saat kelas IX, kami dihadapkan dengan Ujian Nasional. Kami diwajibkan mengikuti pelajaran tambahan. Banyak sekali saat-saat dan kenangan yang terjadi di SMP Negeri 2. Setelah bersusah payah melalui UN. Kami pun harus belajar kembali untuk ujian masuk SMA. Kami semua lulus 100%. Saat yang paling menyedihkan adalah, saat dimana kami semua berpisah, melanjutkan ke sekolah pilihan masing-masing. Kami semua sangat sedih. Kami semua sangat mencintai sekolah ini. Sekolah ini merupakan sekolah yang sangat menyenangkan. Tetapi kami harus meninggalkan sekolah ini. Kami akan sangat merindukan sekolah ini.
who am i? (part4:masa SD)
Setelah selesai TK, aku lalu melanjutkan ke SD Kartika Jaya II-5. Aku beruntung bisa masuk sekolah itu. Karena aku berasal dari TK Pembina bukan TK Kartika. Aku masuk ke kelas I-D. Wali kelasku kala itu adalah ibu Hj. Hartini. Ibu itu sangatlah baik. Saat pertama aku masuk sekolah, aku menangis. Aku tidak ingin ditinggalkan oleh ibu. Saat itu, teman satu-satunya yang kukenal adalah Dewi, karena dia berasal dari TK yang sama denganku. Untungnya, ibu dengan sabar menungguiku di luar kelas. Aku sangat takut kala itu. Setelah hari ketiga, baru aku bisa ditinggalkan oleh ibu. Aku mulai berkenalan dengan anak teman ibuku waktu itu. Namanya Deftiana. Dia sangat baik. Aku duduk sebangku dengannya. Lalu akupun membaur dengan teman-temanku yang lainnya.Aku termasuk orang yang pendiam dan tak begitu suka dengan lingkungan yang asing. Tetapi, untunglah teman-temanku anaknya baik. Mereka membuatku mudah beradaptasi terhadap lingkungan yang baru ini.Pada saat saya kelas 1 SD, kami melakukan imunisasi massal. Imunisasi yang dilakukan adalah imunisasi cacar. Waktu itu adalah pertama kalinya aku ikut imunisasi. Saat pertama kalinya aku takut sekali. Teman-temanku juga sepertiku, mereka takut sekali. Mereka semua sangat takut. Adayang menangis sebelum disuntik. Bahkan ada yang bersembunyi. Tetapi, aku mencoba untuk memberanikan diri. Dan saat aku memasuki ruangannya, rasa takutku hilang. Dan saat disuntik, aku hanya merasakan seperti digigit semut. Aku pun berkata kepada teman-temanku, bahawa rasanya tidak sakit. Mereka pun akhirnya memberanikan diri untuk disuntik. Ada juga yang harus dipaksa terlebih dahulu.Akhirnya mereka semua bisa diimunisasi.Pada kelas 1 SD juga, aku terkena penyakit cacar dan campak. Sayangnya, aku terkena penyakit cacar saat aku harus mengikuti ulangan umum. Jadi, aku harus mengikuti ulangan umum dalam kondisi sakit. Tetapi untungnya aku masih bisa belajar dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan.Lalu saat pembagian..
raport pun aku dapat rangking 4. Aku senang sekali. Aku pun naik kelas ke kelas II D. Di sekolah ini, pembagian kelas atau pemisahan kelas hanya ada setelah kelas III. Jadi kami semua naik ke kelas yang sama dengan wali kelas kami Bu Rusmiati. Beliau sangatlah baik. Di sekolah ini, kelas II masuk siang yaitu jam 10 pagi dan pulang jam 1 siang.Saat aku kelas II, aku mendapatkan tetangga baru, yaitu Indita. Dia masuk sekolah yang sama denganku, tetapi berbeda kelas. Kami sering bermain bersama. Dan ternyata, kami berdua selalu masuk sekolah yang sama. Sekarang kami berteman baik.Pada kelas II pula, aku pertama kalinya berangkat sekolah dengan naik abudemen (kendaraan antar jemput). Ibuku menyarankanku agar aku diantar dan dijemput dengan itu, dikarenakan ibuku terkadang terlalu sibuk dan tidak sempat menjemputku. Aku pun menyetujuinya, karena beberapa temanku juga ikut abudemen, termasuk Indita. Pertamanya aku takut, tetapi aku pun memberanikan diri. Ternyata naik abudemen itu menyenangkan. Nama sopirnya adalah Pak Rojali. Aku naik abudemen sampai aku kelas 5 SD.Kelas II aku mendapatkan adik baru, yaitu M. Arma Ananta. Dia lahir di rumah sakit yang sama dan cara persalinanya pun sama, yaitu Caesar. Hanya dengan dokter yang berbeda. Dokter yang menanganinya bernama Dr. Budi. Kami semua sangat senang sekali. Dia lahir tanggal 27 Mei 2001. Dia sangat lucu. Kami semua sangatlah bahagia.Aku pun naik kelas dengan ranking yang bagus. Aku mendapat ranking I dan ranking II. Kami semua pun naik kelas ke kelas III D. Sayangnya, saat kelas III, Indita pun pindah rumah. Setelah itu hubungan pertemanan kami sempat merenggang, walaupun kami satu sekolah, tetapi kami jarang bertemu karena berbeda kelas.Saat naik ke kelas IV, aku mendapat ranking 4. Aku pun masuk ke kelas IV G, yaitu kelas unggulan kedua. Aku pun bertemu teman-teman baru. Saat itu aku sangat dekat dengan temanku yang bernama Nyimas. Dia sangat baik. Kami sering bercerita satu sama lain. Dia juga sangat pintar. sebuah sudut sekolah yang sangat kami sukai. Tempatnya sangatlah sejuk. Kami berdua sangat menyukai tempat itu.Lalu saat naik kelas V, aku dan Nyimas berpisah. Hubungan kami merenggang setelah itu. Aku di kelas VG sedangkan Nyimas di kelas VA. Aku pun berteman baik dengan Sarah. Dia sekarang satu SMA denganku. Mulai di kelas V inilah, aku sering sekali meminjam buku di perpustakaan. Bahkan sering, aku menghabiskan waktuku di perpustakaan selama istirahat. Sekaligus untuk menghemat uang dan menabung.Prestasiku di kelas V cukup baik. Aku mendapatkan ranking 3 besar dan masuk kelas VI A. Di sekolah ini, agar dapat masuk kelas unggulan pertama, harus mendapatkan ranking 3 besar dan untuk asuk unggulan kedua, harus mendapat ranking 4 sampai 6. Aku pun sekelas kembali dengan Nyimas dan berpisah dengan Sarah. Sarah masuk kelas VI G. Aku sangat senang sekali.Saat kelas VI, diadakan study tour ke Jakarta. Aku mengikutinya. Acaranya sangatlah menyenangkan. Kami semua menginap bersama dan pergi mengunjungi berbagai tempat. Kami semua selama seminggu pergi berkeliling Jakarta. Mengunjung tempat hiburan dan tempat bersejarah.Di SD Kartika II-5, saat akan ujian akhir sekolah (UAS), diadakan pelajaran tambahan sepulang sekolahnya. Meskipun sedikit lelah, tetapi kami sangat bersemangat mengikutinya. Dan pada saat ujian tiba, kami semua dapat mengerjakannya dengan baik. Aku sangat senang sekali, saat aku bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Bahkan, aku mendapatkan nilai Matematika 10.Kami mengadakan perpisahan di Gedung Wanita. Perpisahan yang diadakan cukup meriah. Kelas VI A didaulat untuk menjadi paduan suara. Kami menyanyikan lagu Pung Kelapo Kupung dan Himne Guru. Setelah itu dibacakan bahwa seluruh siswa lulus ujian sekolah. Dan dibacakan pula peringkat sekolah.Di SD Kartika II-5, saat ujian masuk SMA, kami pun diberi bimbingan tambahan pula. Setelah lulus pun kami tetap sekolah dan belajar untuk tes masuk. Kami semua melanjutkan ke SMP pilihan masing-masing.
who am i? (part3:masa TK)
Saat berumur 4 tahun, aku mulai bersekolah di TK Pembina di Jl. Merawan no. 5 Tanjung Gading. Letaknya tak jauh dari rumahku. Aku biasa diantar oleh orangtuaku dan dijemput oleh nenekku. Aku dan nenekku selalu berjalan kaki dari TK ke rumah.Lalu pada tanggal 17 November 1995 adikku lahir. Adikku yang pertama yang bernama M. Fauzi Ananta, lahir di rumah sakit yang sama dengan dokter yang sama. Ibuku pun melakukan persalinan dengan Caesar pula. Waktu itu ku sangat senang sekali, karena mempunyai adik.
Waktu kecil aku pernah terjatuh sehingga mengakibatkan hidungku harus dijahit sampai beberapa jahitan. Waktu itu aku berumur 4 tahun. Aku, adikku dan kakak-kakak sepupuku bermain kejar-kejaran di kamar pembantuku. Saat itu, aku berniat turun dengan sedikit tergesa-gesa karena dikejar kakak sepupuku, yang bernama Sheila Ayu Ramadhani. Lalu tiba-tiba kakiku tertahan oleh pinggiran kasur, sedangkan kepalaku sudah turun kebawah. Sehingga mengakibatkan hidungku terantuk di pinggiran kasur. Lalu saat aku bangun, tanpa kusadari hidungku sudah terbelah dua. Di bagian tengah-tengah kedua mataku. Ibuku yang masih berada di kantor ditelepon dan diberitahukan tentang kondisiku. Ibuku langsung panik dan tergesa-gesa pulang ke rumah. Aku lalu dibawa ke rumah sakit Advent dengan taksi dan dijahit 4 jahitan.
Lalu beberapa bulan kemudian,
saat umurku 5 tahun aku pun terjatuh lagi. Waktu itu aku sedang bermain mainan tangga-tanggaan yang berbentuk setengah bulat. Aku sendiri waktu itu sebenarnya ragu-ragu dan mempunyai firasat akan jatuh. Tetapi aku tetap saja menaikinya. Saat sampai di puncak tertinggi, aku pun bingung dan mencoba membalikkan badan untuk pergi ke sisi lainnya, tetapi aku gagal dan terjatuh. Aku pingsan. Yang aku ingat aku terbangun di ruang Kepala Sekolah. Dan beberapa saat kemudian nenekku pun datang membawaku pulang. Aku tidak luka terlalu parah. Hanya sedikit luka di hidungku lagi. Tetapi tidak sampai dijahit seperti waktu lalu. Dan kejadian itu untungnya tidak membuatku takut terhadap ketinggian.
Sejak masuk TK, aku dipanggilkan seorang guru yang bernama Bu Tas. Beliaulah yang membuatku bisa membaca. Daya tangkapku cepat. Sehingga aku dapat membaca dalam waktu yang cukup singkat. Aku dapat membaca lebih cepat dibandingkan teman-temanku di TK. Hal itulah yang membuatku sangat senang membaca sampai sekarang. Sejak umur 5 tahun aku sudah bisa membaca buku novel. Buku kesukaanku saat itu adalah Lima Sekawan. Kecepatan membacaku juga cukup cepat. Aku dapat membaca novel setebal 3000 halaman dalam sehari.
Ulang tahunku yang ke-5 dirayakan di TK-ku. Waktu itu aku sangat senang sekali. Karena aku mendapat banyak hadiah. Malamnya aku tak sabar membuka hadiah-hadiahku. Aku senang sekali saat ibuku menghadiahkanku sebuah sepeda roda dua. Aku lalu belajar bersama ayahku. Dan aku bisa mengendarainya hanya dalam sehari. Aku sangat bahagia sekali. Aku bahkan sering berkeliling dengan sepedaku. Menemukan jalan-jalan baru dan petualangan yang seru.
Sejak kecil aku sudah diharuskan membaca Iqra’. Aku juga sudah memulai untuk puasa setengah hari sejak umur 4 tahun. Dan diajarkan salat. Setiap Salat Maghrib aku ikut. Ibuku membantuku untuk membacakan surat-suratnya. Contohnya setiap ruku’ ibuku mengucapkan bacaannya dengan cukup keras. Agar aku bisa mendengarkan dan mengikutinya.
Dulu aku sangat sering sekali menggunakan topi. Topiku waktu itu cukup banyak. Lalu suatu hari aku pergi ke Tangkuban Perahu di Bandung. Waktu itu aku memakai topi kesukaanku. Lalu saat aku berdiri di tepi kawahnya, angin meniupkan topiku hingga terjatuh ke kawah. Aku sangat sedih. Aku telah kehilangan topi kesayanganku.
Waktu perpisahan di TK-ku, aku mengikuti lomba model. Saat itu semua anak perempuannya diharuskan ikut. Saat di rumah aku dilatih oleh ibuku. Saat di panggung, aku mengalami demam panggung. Saat dipanggil aku bingung. Apa yang harus aku lakukan. Akhirnya aku jalan saja dan melakukan gaya dan senyum seperlunya. Aku tahu aku pasti kalah. Dan aku benar. Temanku yang menjadi juaranya. Tetapi aku tidak kecewa. Karena aku hanya mengikuti kewajiban saja. Perpisahan TK-ku cukup meriah. Diadakan di Gedung Serba Guna. Dan lombanya diadakan sehari sebelumnya di TK-ku. Pengumuman lombanya pun dibacakan di gedung tersebut.
aku dengan seragam TK
saat merayakan ultah ke 5 di TK
who am i? (part2:masa balita)
Aku cucu pertama di keluarga ayahku. Dan cucu keempat di keluarga ibuku. Saat kakek-nenekku dari ayah yang berada di Jogjakarta, mendengar bahwa aku sudah lahir, mereka sangat bahagia sekali, karena aku cucu pertama mereka. Pada tanggal 2 Juli 1993, orangtuaku membuatkanku akta kelahiran. Akta kelahiran tersebut di buat di Kantor Catatan Sipil. Akta kelahiran tersebut merupakan dokumen yang menyatakan bahwa aku merupakan Warga Negara Lalu saat aku berusia 3 bulan, kami melakukan upacara aqiqah untukku. Upacara Aqiqah sangat penting dalam agama Islam. Acara tersebut merupakan acara yang wajib bagi umat Islam yang baru mempunyai anak untuk mensyukuri kelahiran anaknya. Di acara tersebut, banyak sekali saudara dan kerabat yang datang.Orangtuaku bekerja sebagai PNS. Dulu aku sering diajak ke
kantor ibuku.Waktu itu ibuku masih bekerja di DIKLAT provinsi Lampung. Sedangkan ayahku masih bekerja di Transmigrasi Prov. Lampung. Aku sangat senang setiap aku diajak ke kantor ibukuMasa kecilku dilalui di Bandarlampung. Bahkan sampai sekarang kami tidak pernah berpindah rumah. Kami tinggal di rumah warisan kakekku dari ibu, yang terletak di Jl. Way Sekampung no. 65 Pahoman. Sayang sekali, aku tidak pernah melihat wajah kakekku secara langsung. Karena beliau telah meninggal sebelum aku lahir.Kakekku bernama alm. H. M. Syafei Bakarudin. Sejak dulu sampai sekarang, kami sekeluarga tinggal bersama nenekku dari ibu, yang bernama Hj. Suratmi Syafei. Ibuku merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara. Nenekku adalah pensiunan guru. Alm. kakek dan nenekku mempunyai sebuah TK, yang bernama TK Assyafiah yang terletak di Tanjung Bintang. TK itu masih berdiri sampai sekarang. Sampai sekarang pula nenekku yang menjadi kepala sekolahnya. Ulangtahunku yang ke-3 pun pernah dirayakan disana. Kakek dan nenekku di Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Demakan, Bantul berprofesi sebagai petani. Kakekku mempunyai sawah dan kebun sendiri. Aku pernah ke kebunnya. Di kebunnya banyak sekali tanaman salak. Selain itu Kakekku pun memelihara unggas. ayam, burung puyuh dan bebek. Kami ke Jogja selama 2 tahun sekali selama Lebaran. Berganti-gantian dengan berlebaran di Lampung. Kakekku bernama Indro Hadi Suwignyo. Nenekku bernama Jazimah. Ayahku merupakan anak pertama dari 4 bersaudara.
Aku dan ayahku
aku dan nenekku
who am i? (part 1)
actually, saya sendiri tidak begitu ingat masa kecil saya...
But, saya coba untuk bercerita sedikit yang saya ketahui...
well, aku dilahirkan di Bandarlampung, 9 Juni 1993.Aku dilahirkan di Rumah Sakit Bumi Waras... Aku dilahirkan ke dunia ini oleh Ir. Eka Irianta dan Antri Astuti Natalina, SH. Aku dilahirkan dengan nama Karina Hardiyanti Ananta. Karina itu artinya Anak pertama.. Ananta artinya anak eka dan antri (my parents' name). And about hardiyanti, well, my mom suka sekali dengan Tutut Hardiyanti (salah satu anak Mantan Presiden Suharto) then, she gave me her last name to me.. But aku sendiri sejujurnya tidak begitu menyukain nama tengahnya.. I dont know why... So, saya sering menyingkat nama saya menjadi Karina Ananta.
Well, saya mempunyai 2 adik laki-laki. Yaitu M. Fauzi Ananta dan M. Arma Ananta. Well now, you can say that all my parents child diberi nama ANANTA..
Umm.. gag tau lagi deh.. apa yang musti ditulis...
Gag banyak yang diingat...
well, maybe i will try to remember some of my childhood memories...
Okay.. Bye then
me and my mom